| JAM-03:49-WIB |
Motivasi Juga Penentu
Nasib
Di zaman dahulu ada seorang
Jendral dari negeri Tiongkok
kuno yang mendapat
tugas untuk memimpin pasukan
melawan musuh yang
jumlahnya sepuluh kali lipat
lebih banyak. Mendengar kondisi
musuh yang tak seimbang,
seluruh prajuritnya
gentar kalau-kalau akan
menderita kekalahan.
Dalam perjalanan menuju medan
perang, Jendral itu berhenti di
sebuah altar
vihara. Ia sembahyang dan
berdoa meminta petunjuk para
dewa. Sedangkan
prajuritnya menanti di luar
vihara dengan harap-harap
cemas. Tak lama
kemudian, sang Jendral keluar
dari vihara.
Ia berteriak pada seluruh
pasukannya, “Kita telah
mendapat petunjuk dari
langit.” Lalu ia mengeluarkan
koin emas simbol kerajaan dari
sakunya. Sambil
mengacungkan koin itu ke udara
ia berkata, “Sekarang, kita lihat
apa kata
nasib. Mari kita adakan toss. Bila
kepala yang muncul, maka kita
akan
menang. Tapi bila ekor yang
muncul, kita akan kalah. Hidup
kita tergantung
pada nasib.”
Jendral lalu melempar koin emas
itu ke udara. Koin emas pun
berputar-putar
di udara. Lalu jatuh berguling-
guling di tanah. Seluruh pasukan
mengamati
apa yang muncul. Setelah agak
lama menggelinding ke sana-
kemari, koin itu
terhenti. Dan yang muncul
adalah KEPALA. Kontan seluruh
pasukan berteriak
kesenangan. “Hore..! Kita akan
menang. Nasib berpihak pada
kita, Ayo serbu
dan hancurkan musuh.
Kemenangan telah pasti.”
Dengan penuh semangat Jendral
dan pasukan itu bergerak
menuju medan perang.
Pertempuran berlangsung
dengan sengit. Ternyata dengan
keyakinan dan tekad
yang membaja akhirnya musuh
yang tak terhingga banyaknya
dapat dikalahkan.
Jendral dan seluruh pasukannya
betul-betul senang. Seorang
prajurit berkata,
“Sudah kehendak langit, maka
tak ada yang bisa mengubah
nasib.”
Sesampai di ibu kota mereka
disambut meriah oleh seluruh
penduduk. Raja pun
terkagum-kagum mendengar
kisah peperangan yang dashyat
itu. Beliau bertanya
pada sang Jendral bagaimana ia
mampu mengobarkan semangat
pasukannya hingga
begitu gagah berani. Sang
Jendral kemudian menyerahkan
koin emasnya pada
Raja sambil berkata, “Paduka,
inilah yang memberikan mereka
nasib baik.”
Raja menerima dan mengamati
koin emas itu yang ternyata
kedua sisinya
bergambar: KEPALA..!
Pojok Renungan:
Langit adalah adil, dan tidak ada
orang yang dikecualikan. Yang
bisa
menolong dirimu adalah dirimu
sendiri. (adapted from The Book
of ZEN -
Freedom of The Mind” – Tsai
Chih Chung)
Mengenal motivasi
Sukses adalah keinginan tiap
orang, ada satu hal penting
dalam meraihnya, yaitu
motivasi. Motivasi dapat
membuahkan kedisiplinan,
keuletan dan lain-lain. Motivasi
adalah merupakan ruh dari jasad
pribadi yang ingin sukses.
motivasi merupakan suatu
penggabungan keinginan dan
energi dalam mencapai suatu
tujuan. Dengan keinginan orang
tau kemana akan melangkah,
dengan energi orang akan dapat
menggerakkan apa yang ada
padanya untuk mencapai
keinginan itu. Motivasi seperti
udara bagi kehidupan. Sangat
berperan penting bagi jiwa-jiwa
yang ingin sukses.
Prinsip motivasi
1. motivasi merupakan proses
psikologis dengan
membangkitkan emosional.
2. motivasi berproses tanpa
disadari.
3. motivasi bersifat individual
sehingga cara memotivasi tiap
orang bisa berbeda-beda atau
juga dari waktu ke waktu
mengalami perubahan. Namun
inti dari motivasi itu bersumber
dari diri sendiri (motivatornya
maupun orang yang dimotivasi).
4. Motivasi adalah proses sosial,
sehingga membutuhkan faktor
eksternal
Sumber motivasi:
Motivasi Internal yaitu motivasi
dari dalam diri, dari perasaan
dan pikiran diri sendiri. Orang
yang memiliki motivasi internal,
akan memandang dirinya secara
positif.
Motivasi eksternal yaitu
motivasi dari luar. Contohnya
dari bacaan yang memotivasi,
lingkungan, dari kehidupan
keseharian, dan lain-lain
Tips memotivasi secara internal:
1. Ciptakan Imbalan. Kalau saya
melakukan A maka akan
mendapatkan rumah mewah.
Dengan begitu diri kita akan
termotivasi untuk melakukan A.
2. Ambil selalu langkah kecil.
Terkadang untuk mendapatkan
sesuatu yang besar perlu
langkah-langkah kecil.
3. Ciptakan Kesusahan. Ini adalah
kebalikan dari yang pertama.
misalnya kalau saya tidak
melakukan B maka jabatan tidak
naik. Tentu kita akan termotivasi
untuk melakukan tindakan B.
4. Susun Rencana beserta langkah-
langkahnya. Dengan memiliki
rencana, anda seolah-olah punya
alur dan plot menuju tujuan.
Secara tidak langsung ini akan
memotivasi dalam mencapai
tujuan.
5. Buat penarik ke arah tujuan.
Misalkan kita ingin naik haji,
cetak MMT dengan ukuran besar
gambar ka’bah. Ini hanya contoh
saja.
Motivasi dipengaruhi oleh
mendesaknya kebutuhan,
motivasi juga dipengaruhi oleh
adanya anggapan tindakan akan
memenuhi suatu kebutuhan.
Dalam memotivasi sangat
dilarang untuk meremehkan,
mengkritik di depan umum,
perhatian yang setengah-
setengah, malah memperhatikan
diri sendiri, tidak memperdulikan
hal-hal kecil. Motivasi juga bisa
luntur karena adanya keraguan
dalam pengambilan keputusan
oleh pimpinan (jika dalam
organisasi).
Dari berbagai sumber